portaltekno.id — Kota Surabaya kembali mencatat langkah penting dalam dunia teknologi. Startup lokal DataCity Surabaya resmi mengumumkan pembangunan Pusat AI Mikro-Data pertama di Indonesia, yang dirancang khusus untuk membantu UMKM memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara efisien.
“Selama ini, UMKM kesulitan mengakses data besar. Kami ingin menjembatani mereka dengan teknologi yang terjangkau dan mudah digunakan,” ujar Reza Anggoro, CEO DataCity.
Pusat mikro-data ini diharapkan menjadi ekosistem digital inklusif bagi ribuan pelaku usaha kecil yang ingin mengoptimalkan operasional, promosi, dan keputusan bisnis berbasis data.
DataCity Surabaya Bangun Teknologi Mikro-Data untuk Bisnis Kecil
Berbeda dari konsep data center besar yang berbiaya tinggi, DataCity menerapkan model mikro-data — sistem yang memungkinkan pengumpulan dan analisis data dalam skala kecil namun akurat.
Mikro-data digunakan untuk:
- 📊 Menganalisis perilaku pelanggan secara lokal.
- 💸 Memantau pola penjualan harian dan mingguan.
- 🧠 Menggunakan algoritma AI untuk memprediksi permintaan produk.
- ⚙️ Mengotomatisasi stok dan strategi harga dinamis.
“UMKM tidak butuh server raksasa. Mereka butuh solusi cerdas yang bisa diakses dari laptop atau ponsel,” tambah Reza.
Konsep ini membuat teknologi AI lebih inklusif dan relevan bagi pengusaha kecil di Surabaya dan sekitarnya.
DataCity Surabaya Kolaborasi dengan Pemerintah dan Kampus
DataCity tidak bergerak sendiri.
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara DataCity, Pemerintah Kota Surabaya, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
ITS membantu dari sisi riset kecerdasan buatan dan pengolahan data berkecepatan tinggi.
“Kami ingin menjadikan Surabaya sebagai living lab untuk penerapan AI praktis di sektor usaha mikro,” ujar Dr. Farah Lestari, dosen teknik komputer ITS.
Pemkot Surabaya mendukung dengan penyediaan infrastruktur digital seperti jaringan fiber city, fasilitas co-working, serta pelatihan digitalisasi usaha untuk masyarakat.
Keterlibatan multi pihak ini membuat proyek DataCity bukan hanya proyek bisnis, tetapi gerakan kolaboratif menuju kota cerdas berbasis data.
DataCity Surabaya Bangun Solusi AI untuk UMKM di Era Persaingan Digital
Dalam platform DataCity, pengguna UMKM dapat mengakses fitur AI Assistant yang bekerja layaknya konsultan virtual.
Fitur ini mampu memberikan rekomendasi berbasis data — misalnya kapan waktu terbaik untuk promosi, produk mana yang paling diminati, hingga estimasi margin penjualan.
Beberapa fitur utama meliputi:
- 🔍 Smart Insight: analisis otomatis pola transaksi harian.
- 💬 ChatAI: asisten percakapan yang menjawab pertanyaan bisnis.
- 📦 InventoryBot: sistem cerdas pengatur stok dan permintaan.
- 📈 MarketTrend View: prediksi tren belanja wilayah tertentu.
“Kami ingin pelaku UMKM merasa seperti punya tim analis profesional di tangan mereka,” jelas Reza.
Platform ini juga kompatibel dengan aplikasi kasir digital dan e-commerce populer seperti Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak.
Manfaat Nyata bagi Pelaku Usaha
Beberapa UMKM di Surabaya yang ikut dalam tahap uji coba mengaku merasakan perubahan signifikan setelah menggunakan platform DataCity.
Sinta Dewi, pemilik usaha kuliner rumahan “Dapur Bu Sinta”, mengatakan ia kini bisa memperkirakan kebutuhan bahan dengan lebih akurat.
“Sebelumnya saya sering kelebihan stok. Sekarang sistem bisa memprediksi kapan pelanggan ramai, jadi bahan tidak terbuang,” ujarnya.
Selain efisiensi, DataCity juga membantu dalam pengambilan keputusan berbasis data.
Usaha fesyen lokal, Toko RaraMode, misalnya, berhasil meningkatkan penjualan 28% setelah mengikuti rekomendasi AI tentang waktu unggah produk terbaik di media sosial.
Fokus pada Keamanan dan Privasi Data
Salah satu hal penting yang dijaga DataCity adalah keamanan data pengguna.
Seluruh sistem sudah memenuhi standar ISO/IEC 27001 dan dilengkapi end-to-end encryption.
“Kepercayaan adalah mata uang digital kami,” tegas Reza.
Selain itu, DataCity menerapkan model kepemilikan data desentralisasi, artinya setiap pelaku UMKM tetap memegang kendali penuh atas data bisnis mereka.
Langkah ini dinilai penting untuk membangun kepercayaan di tengah meningkatnya kekhawatiran soal kebocoran data di sektor teknologi.
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Menurut data Dinas Koperasi dan UMKM Surabaya, ada lebih dari 320.000 pelaku usaha kecil yang aktif di wilayah tersebut.
Dengan adanya pusat AI mikro-data ini, potensi produktivitas diperkirakan bisa naik hingga 40% dalam tiga tahun.
“Kami melihat DataCity sebagai katalis ekonomi digital lokal,” ujar Wakil Wali Kota Surabaya, Arif Prasetyo.
Selain efisiensi usaha, proyek ini juga membuka peluang karier baru bagi data analyst muda dan AI developer lokal, memperkuat ekosistem tech talent di Jawa Timur.
Masa Depan Smart Business Indonesia
DataCity berencana memperluas model mikro-data ke kota lain seperti Bandung, Makassar, dan Denpasar pada 2026.
Targetnya, menciptakan jejaring pusat data mikro nasional yang terhubung antar pelaku UMKM di berbagai daerah.
“Visi kami sederhana: AI harus bisa dirasakan dari kios kecil sampai industri besar,” tutup Reza Anggoro.
Langkah DataCity menjadi simbol transformasi digital yang nyata — di mana teknologi bukan lagi milik segelintir korporasi, tetapi menjadi alat pemberdayaan ekonomi rakyat.
Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan, Surabaya kini benar-benar bersiap menjadi kota cerdas berbasis data pertama di Indonesia.
Baca Juga: “Santri Ponpes Assa’adah Pamerkan Robot Bicara hingga Smart Garden“











