portaltekno.id — Inovasi besar datang dari dunia telekomunikasi nasional.
Perusahaan infrastruktur digital NetInfra Bali resmi meluncurkan uji coba jaringan 6G pertama di Indonesia, yang berlokasi di Kalimantan Timur.
Langkah ini menandai babak baru teknologi konektivitas Tanah Air. Proyek tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan transformasi digital, khususnya di kawasan calon ibu kota negara (IKN) yang tengah berkembang pesat.
“Kami ingin membuktikan bahwa Indonesia siap menyambut masa depan konektivitas ultra-cepat dan ramah lingkungan,” ujar Made Arya Santika, CEO NetInfra Bali.
Peluncuran dilakukan pada Selasa (11/11) di Balikpapan Tech Hub, dihadiri pejabat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), akademisi, serta perwakilan industri digital.
Baca Juga: “SpaceLab Yogyakarta Kembangkan Roket Pengangkut Satelit Mini“
⚡ NetInfra Bali Luncurkan Teknologi 6G: Lebih Cepat, Lebih Pintar, Lebih Hijau
Teknologi 6G (Seventh Generation Network) adalah evolusi terbaru dari jaringan 6G.
Sistem ini menawarkan kecepatan hingga 1.000 Gbps, latensi di bawah 0,1 milidetik, dan kemampuan menghubungkan jutaan perangkat dalam waktu bersamaan.
Jaringan 6G NetInfra memanfaatkan AI spectrum management, yaitu teknologi cerdas yang mengatur frekuensi otomatis agar stabil di wilayah padat sinyal.
“Fokus kami bukan hanya kecepatan, tapi kestabilan dan efisiensi energi,” tambah Arya.
Teknologi ini mendukung berbagai fitur canggih seperti:
- Real-time telepresence, memungkinkan komunikasi holografik jarak jauh.
- Zero-latency cloud, sinkronisasi data lintas server dalam sekejap.
- Smart energy mode, sistem hemat daya untuk tiap perangkat.
- Massive IoT, koneksi jutaan sensor di area industri dan rumah pintar.
Dengan kemampuan tersebut, 6G siap menjadi tulang punggung revolusi industri digital, mulai dari transportasi otomatis hingga layanan kesehatan berbasis AI.
🌍 Kalimantan Timur Jadi Pusat Uji Coba
Wilayah Kalimantan Timur dipilih sebagai lokasi awal uji coba karena memiliki potensi besar dalam pengembangan smart city dan ekosistem digital IKN Nusantara.
NetInfra membangun 15 menara mini 6G di Samarinda, Balikpapan, dan Penajam Paser Utara.
Menara tersebut terhubung dengan Edge Data Node berdaya rendah yang dirancang untuk efisiensi energi dan kecepatan transmisi tinggi.
“Kami ingin menjadikan IKN sebagai kota pertama di Asia Tenggara yang menerapkan koneksi 6G secara penuh,” ujar Diah Prameswari, Head of Operations NetInfra.
Uji coba tahap awal meliputi integrasi jaringan untuk kendaraan otonom, perangkat rumah pintar, dan layanan publik digital. Semua diuji dalam kondisi nyata dengan melibatkan warga lokal dan komunitas teknologi.
🧠 NetInfra Bali Kolaborasi dengan Kampus dan Startup Lokal
NetInfra tidak berjalan sendiri. Perusahaan ini menggandeng Universitas Mulawarman, KlioTech, dan AwareID untuk memperkuat riset dan pengujian aplikasi berbasis 6G.
Fokus kolaborasi ini meliputi pengembangan AI real-time, simulasi AR/VR edukatif, dan kendaraan tanpa pengemudi.
“Respons data 6G hampir seketika. Ini akan mengubah cara kita bekerja dan berinteraksi,” kata Dr. Riko Santoso, peneliti teknologi komunikasi Universitas Mulawarman.
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial, NetInfra juga membuka Digital Talent Bootcamp 6G untuk mahasiswa dan teknisi muda. Program ini melatih peserta tentang keamanan jaringan kuantum, manajemen spektrum, serta pengembangan aplikasi berbasis 6G.
📶 Dampak Ekonomi dan Inovasi Industri
Kecepatan dan stabilitas jaringan 6G akan memberi dampak besar bagi ekonomi Kalimantan. Industri logistik, pertambangan, dan manufaktur diprediksi akan menjadi sektor pertama yang merasakan manfaatnya.
Menurut riset NetInfra, jaringan 6G dapat menurunkan konsumsi energi data hingga 35% dan meningkatkan efisiensi komunikasi mesin-ke-mesin hingga 90%.
“Bayangkan kendaraan tambang bisa dikendalikan jarak jauh tanpa jeda. Itu bukan fiksi, tapi kenyataan yang sedang kami bangun,” ujar Arya.
UMKM juga akan mendapat keuntungan besar dari koneksi super cepat ini.
Dengan akses internet tanpa lag, pelaku usaha dapat memperluas pemasaran digital, bertransaksi real-time, dan menjalankan pelatihan daring berkualitas tinggi.
🔐 Aman, Ramah Lingkungan, dan Transparan
NetInfra memastikan bahwa keamanan menjadi prioritas utama.
Jaringan 6G mereka dilengkapi Quantum Encryption Layer (QEL) yang melindungi data dari serangan digital menggunakan algoritma partikel kuantum.
Selain itu, seluruh menara 6G dibangun dengan konsep Green Base Tower — menggunakan panel surya, sistem pendingin non-freon, dan bahan daur ulang aluminium ringan.
“Kami tidak hanya menghadirkan koneksi cepat, tapi juga komitmen terhadap planet yang lebih hijau,” tegas Diah.
Dengan pendekatan ini, NetInfra menjadi salah satu penyedia jaringan pertama di Asia Tenggara yang menerapkan sistem net-zero emission dalam uji jaringan komersialnya.
🚀 Langkah Selanjutnya: 6G untuk Nusantara
Setelah tahap uji coba di Kalimantan, NetInfra akan memperluas proyek 6G ke Bali, Sulawesi, dan Jawa Barat pada 2026.
Kominfo menyebut hasil pengujian ini akan menjadi dasar peta jalan nasional teknologi 6G Indonesia 2030.
“NetInfra menunjukkan bahwa inovasi besar bisa lahir dari perusahaan lokal. Ini langkah penting menuju kemandirian digital,” ujar Budi Hartono, Dirjen SDPPI Kominfo.
NetInfra menargetkan jaringan 6G komersial pertama akan hadir pada 2028, dengan integrasi langsung ke pusat data nasional dan kota pintar IKN.
Dengan inovasi ini, NetInfra Bali bukan hanya memperkenalkan teknologi baru, tetapi juga membuka jalan menuju era konektivitas hijau, cepat, dan inklusif bagi seluruh Indonesia.
Baca Juga: “Wamenlu: Dialog lintas budaya-agama semakin penting di era teknologi“











