portaltekno.id – Industri kendaraan listrik Indonesia semakin berkembang dengan hadirnya Palembang ElectricBike, startup otomotif yang kini sedang mengembangkan e-skuter cerdas berfitur navigasi suara.
Uji coba perdana dilakukan di area Palembang Tech Park dan disambut antusias oleh komunitas pegiat transportasi ramah lingkungan.
E-skuter ini tidak hanya menawarkan efisiensi energi, tetapi juga kenyamanan berkendara dengan sistem kecerdasan buatan (AI) yang dapat memandu pengemudi melalui perintah suara tanpa perlu melihat layar peta.
Teknologi tersebut diklaim akan membantu pengguna berkendara lebih aman dan efisien, terutama di kawasan padat lalu lintas.
“Kami ingin menjadikan e-skuter sebagai simbol mobilitas masa depan — pintar, efisien, dan aman bagi semua,” ungkap Naufal Rizqi, Product Lead Palembang ElectricBike.
Baca Juga: “CodeWave Malang Rilis Platform Interaktif Belajar Coding Anak“
Palembang ElectricBike Uji Fitur Navigasi Suara dan Asisten AI
Salah satu inovasi utama e-skuter ini adalah fitur navigasi suara real-time yang dapat memberi instruksi arah seperti GPS, tetapi dengan pendekatan lebih natural.
Pengguna hanya perlu mengucapkan perintah seperti “antar saya ke kampus Unsri” atau “cari rute tanpa macet”, dan sistem AI akan memberikan panduan melalui speaker helm pintar terintegrasi.
Beberapa fitur unggulannya meliputi:
- 🔊 Navigasi Suara Dua Arah: memberi arah sekaligus menerima perintah pengguna.
- 🧭 AI Route Analyzer: menyesuaikan rute berdasarkan kondisi lalu lintas dan baterai.
- 📱 Integrasi Aplikasi Mobile: memantau status kendaraan, lokasi, dan sisa daya baterai.
- ⚡ Mode Hemat Energi Otomatis: menurunkan tenaga motor saat baterai di bawah 20%.
- 🧠 Learning Mode: AI menganalisis kebiasaan pengendara untuk rekomendasi rute efisien.
Teknologi ini dikembangkan bersama tim riset teknologi Palembang Tech Lab yang fokus pada integrasi AI dan Internet of Things (IoT) untuk kendaraan listrik ringan.
Palembang ElectricBike Uji Desain Ergonomis dan Efisiensi Energi
Selain teknologi canggih, e-skuter Palembang ElectricBike mengusung desain futuristik namun ergonomis.
Rangka terbuat dari aluminium daur ulang yang ringan namun kuat, sementara sistem suspensinya dirancang agar tetap stabil di jalan tidak rata.
E-skuter ini dilengkapi baterai lithium 48V yang mampu menempuh jarak hingga 75 km dalam sekali pengisian penuh, dengan waktu pengisian hanya 2,5 jam menggunakan sistem fast charging port.
Dari sisi keamanan, terdapat fitur:
- 🛡️ Smart Lock Sensor: otomatis mengunci motor jika jarak pengemudi melebihi 3 meter.
- 🚨 Anti-Theft Tracking: melacak posisi e-skuter melalui GPS jika hilang.
- 💡 Auto Light Sensor: menyesuaikan intensitas lampu sesuai kondisi cahaya sekitar.
“Kami mendesain produk ini agar ramah lingkungan sekaligus sesuai dengan kebutuhan masyarakat urban,” jelas Naufal.
Palembang ElectricBike Uji Coba Lapangan dan Respons Pengguna
Uji coba e-skuter dilakukan dalam dua tahap — pertama di lingkungan kampus dan kedua di area publik kota Palembang.
Hasil awal menunjukkan respon positif dari peserta uji coba yang menilai sistem navigasi suara sangat membantu dan intuitif.
Berdasarkan survei internal Palembang ElectricBike terhadap 100 pengguna uji:
- 88% merasa fitur suara memudahkan mereka berkendara tanpa terganggu layar ponsel.
- 72% menilai baterai lebih efisien dibandingkan model e-skuter lain di kelasnya.
- 64% menyukai desain futuristik dan suara motor yang sangat halus.
Beberapa pengguna bahkan menyarankan penambahan mode “Eco-Drive” otomatis untuk lebih menghemat daya saat digunakan jarak jauh.
Dampak Positif bagi Mobilitas Kota Palembang
Kehadiran e-skuter pintar ini berpotensi besar mendukung transisi menuju transportasi hijau di perkotaan.
Dengan emisi karbon yang sangat rendah, kendaraan ini dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar fosil dan kemacetan lalu lintas.
Pemerintah kota Palembang juga telah menyiapkan rencana zona ramah listrik, di mana kendaraan seperti e-skuter dan sepeda listrik akan mendapatkan akses jalur hijau prioritas.
Selain itu, Palembang ElectricBike bekerja sama dengan sejumlah mitra retail untuk membangun stasiun pengisian daya publik, yang akan tersebar di 20 titik strategis mulai akhir tahun ini.
“Kami ingin mendorong gaya hidup mobilitas hijau dengan cara yang praktis dan menyenangkan,” ujar salah satu perwakilan startup tersebut.
Teknologi yang Terhubung dengan Ekosistem Digital
E-skuter ini juga menjadi bagian dari ekosistem mobilitas digital Palembang ElectricBike, yang mencakup layanan pemantauan jarak jauh dan koneksi langsung ke smartphone.
Melalui aplikasi resmi, pengguna dapat:
- Melihat sisa daya baterai dan estimasi jarak tempuh.
- Mengatur jadwal perawatan rutin.
- Menemukan titik pengisian daya terdekat.
- Mengakses mode “Ride History” untuk mengetahui data perjalanan dan konsumsi energi.
Fitur ini memperkuat posisi Palembang ElectricBike sebagai pelopor e-mobility berbasis data di Indonesia bagian barat.
Peluang Pasar dan Langkah Selanjutnya
Melihat tren permintaan kendaraan listrik yang terus meningkat, Palembang ElectricBike berencana meluncurkan versi komersial e-skuter cerdas ini pada pertengahan 2025.
Target utama mereka adalah pelajar, pekerja muda, dan komunitas urban yang mencari moda transportasi efisien dan terjangkau.
Dalam jangka panjang, startup ini juga berencana menghadirkan model baru dengan sistem baterai lepas-pasang, serta integrasi pembayaran digital langsung di dashboard e-skuter.
Dengan strategi ini, Palembang ElectricBike optimistis dapat memperluas pasar hingga ke kota besar lain seperti Jakarta, Bandung, dan Denpasar.
Kesimpulan: Masa Depan Mobilitas Hijau dari Palembang
Langkah inovatif Palembang ElectricBike membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam menciptakan teknologi kendaraan listrik cerdas dan berkelanjutan.
Melalui kombinasi AI, desain efisien, dan pendekatan ramah lingkungan, e-skuter ini siap membawa masyarakat menuju era transportasi urban yang lebih aman, hemat, dan bebas emisi.
Dengan dukungan komunitas dan infrastruktur kota yang terus berkembang, Palembang tak hanya menjadi kota pengujian, tetapi juga ikon inovasi hijau untuk masa depan mobilitas Asia Tenggara. ⚡🛴
Baca Juga: “Aktivis Muda Brigitta Gunawan Pakai Teknologi VR untuk Edukasi Konservasi Laut“











