portaltekno.id — Startup otomotif RideX Bengkulu resmi mengumumkan pengujian perdana e-skuter bertenaga hidrogen, kendaraan dua roda yang menggabungkan efisiensi listrik dan teknologi sel bahan bakar ramah lingkungan.
Uji coba dilakukan di kawasan pesisir dan perkotaan Bengkulu untuk memastikan kinerja mesin serta ketahanan baterai dalam kondisi jalan beragam.
Skuter ini menjadi bagian dari misi RideX menciptakan mobilitas bebas emisi, mendukung target nasional menuju net-zero carbon 2050.
Baterai hidrogen diklaim mampu mengisi ulang lebih cepat dibanding baterai lithium konvensional, sekaligus menghasilkan daya tinggi dengan limbah berupa uap air murni.
“Kami ingin menghadirkan solusi nyata bagi transportasi hijau tanpa mengorbankan performa,” ujar tim riset RideX Bengkulu.
Baca Juga: “CityGuard Aceh Terapkan Sistem Pengaduan Publik Real-Time“
RideX Bengkulu Uji Teknologi Baterai Hidrogen dan Sistem Pintar
E-skuter RideX dilengkapi modul sel bahan bakar hidrogen 5 kW, yang mengubah gas hidrogen menjadi energi listrik.
Sistem ini disandingkan dengan baterai cadangan berdaya tinggi untuk menjaga kestabilan tenaga saat akselerasi.
Fitur Utama:
- ⚡ Fast Recharge: Pengisian bahan bakar hidrogen hanya 5 menit.
- 🌍 Zero Emission: Tidak menghasilkan CO₂, hanya uap air.
- 📱 Smart Monitor: Aplikasi menampilkan konsumsi energi dan jarak tempuh.
- 🔋 Dual Battery System: Kombinasi baterai listrik dan hidrogen meningkatkan jarak tempuh hingga 180 km.
Selain ramah lingkungan, e-skuter ini dilengkapi sistem pendingin cair untuk menjaga suhu optimal dan memperpanjang umur sel bahan bakar.
RideX Bengkulu Uji Dukungan Infrastruktur dan Kolaborasi Lokal
Keberhasilan pengujian e-skuter hidrogen tidak terlepas dari kolaborasi antara RideX Bengkulu, universitas teknik lokal, serta komunitas otomotif hijau.
Mereka bekerja sama membangun stasiun pengisian hidrogen mini yang kini beroperasi di area Kawasan Teknologi Bengkulu.
Kolaborasi ini menjadi contoh sinergi antara startup, akademisi, dan komunitas dalam mengakselerasi inovasi energi bersih.
Selain itu, pemerintah daerah turut memberikan dukungan berupa izin uji jalan dan rencana insentif pajak bagi kendaraan beremisi rendah.
“Kami bangga Bengkulu menjadi daerah pertama di Sumatra yang menguji kendaraan hidrogen secara resmi,” kata perwakilan Dinas Perhubungan setempat.
RideX Bengkulu Uji Efisiensi dan Biaya Operasional Rendah
Salah satu daya tarik utama e-skuter hidrogen adalah biaya operasional yang lebih hemat hingga 40 % dibandingkan kendaraan listrik murni.
Hidrogen memiliki densitas energi tinggi sehingga jarak tempuh per isi ulang jauh lebih efisien.
Untuk pasar ritel, RideX menyebut biaya pengisian ulang setara dengan sekitar Rp 8.000 per 100 km, jauh di bawah harga bahan bakar fosil.
Dengan efisiensi ini, pengguna diharapkan lebih mudah beralih dari motor konvensional ke teknologi bersih tanpa beban biaya besar.
Desain Ergonomis dan Ramah Pengguna
RideX Bengkulu tak hanya menonjolkan teknologi, tetapi juga kenyamanan.
Desain bodi e-skuter mengadopsi gaya aerodinamis minimalis, dengan posisi duduk ergonomis serta sistem suspensi adaptif untuk perjalanan jauh.
Fitur Desain Unggulan
- 💺 Tempat duduk dua lapis anti-getar.
- 🌡️ Panel digital dengan indikator hidrogen real-time.
- 🌦️ Lapisan anti-air untuk penggunaan musim hujan.
- 🔒 Kunci digital sensor sidik jari.
Tampilan modern dipadukan dengan material daur ulang pada bagian bodinya, memperkuat identitas produk sebagai kendaraan hijau berkelanjutan.
Potensi Pasar dan Rencana Produksi Massal
Hasil uji coba menunjukkan e-skuter ini mampu menempuh 180 km per isi ulang, menjadikannya salah satu yang paling efisien di kelasnya.
RideX menargetkan produksi massal pada 2026 dengan kapasitas awal 5.000 unit per tahun, menyasar pasar Bengkulu, Palembang, dan Jakarta.
Riset internal menunjukkan 78 % konsumen muda lebih tertarik pada kendaraan ramah lingkungan berteknologi tinggi.
Dengan tren ini, RideX yakin adopsi e-skuter hidrogen akan tumbuh pesat, terutama di segmen urban commuter dan delivery eco-logistics.
“Kami ingin menjadikan Bengkulu pusat inovasi mobilitas hijau di Indonesia barat,” tegas CEO RideX.
Dampak Lingkungan dan Sosial
Selain efisiensi energi, proyek e-skuter hidrogen juga membuka peluang kerja baru di sektor teknik, perakitan, dan pelayanan servis hidrogen.
Dalam jangka panjang, keberhasilan program ini dapat mengurangi emisi karbon lokal hingga 25 %, terutama di wilayah perkotaannya.
RideX Bengkulu juga berkomitmen menjalankan program edukasi energi bersih bagi pelajar SMK dan universitas setempat untuk meningkatkan literasi teknologi hidrogen.
Kesimpulan: Tonggak Baru Kendaraan Hijau Indonesia
Keberhasilan pengujian e-skuter baterai hidrogen RideX Bengkulu menandai langkah besar menuju transportasi ramah lingkungan nasional.
Inovasi ini tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis, tetapi juga semangat kolaborasi daerah dalam mendukung mobilitas berkelanjutan.
Dengan efisiensi tinggi, emisi nol, serta potensi ekonomi lokal, RideX Bengkulu membuktikan bahwa masa depan transportasi bersih bukan lagi wacana — melainkan kenyataan yang mulai terwujud di tanah air. 🌿⚡
Baca Juga: “BRIN Kembangkan Teknologi Perangkat Elektronik dan Sensor Ramah Lingkungan“











