portaltekno.id – Dunia wearable technology di Indonesia semakin berkembang dengan hadirnya SmartTime Bengkulu, startup lokal yang menghadirkan inovasi jam tangan modular dengan sensor kesehatan canggih. Produk ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern akan perangkat pemantau tubuh yang praktis, fleksibel, dan akurat.
“Kami ingin membawa teknologi kesehatan personal ke level berikutnya. SmartTime bukan sekadar jam pintar, tetapi perangkat yang bisa membantu pengguna memahami tubuhnya setiap saat,” ujar Rizki Harmawan, CEO SmartTime Bengkulu, dalam peluncuran resmi di Bengkulu Tech Center.
Baca Juga: “BioFabric Malang Kembangkan Tekstil Pintar Anti-Bakteri Fashion“
SmartTime Bengkulu Perkenalkan Konsep Modular yang Fleksibel
SmartTime hadir dengan desain modular — setiap bagian jam bisa dilepas atau diganti sesuai kebutuhan pengguna. Konsep ini memungkinkan pengguna menyesuaikan fungsi perangkat tanpa harus membeli produk baru saat ingin menambah fitur kesehatan tertentu.
Jam ini dilengkapi berbagai modul sensor kesehatan utama, di antaranya:
- Sensor denyut jantung PPG: memantau detak jantung secara real-time selama aktivitas harian.
- Sensor SpO₂: mengukur kadar oksigen dalam darah, penting untuk pelari, pendaki, dan pengguna dengan kondisi pernapasan.
- Sensor suhu tubuh dan stres: memantau perubahan temperatur kulit serta memberikan estimasi tingkat stres.
- Modul aktivitas dan GPS: melacak langkah, jarak tempuh, dan pola tidur pengguna.
“Konsep modular ini seperti memiliki laboratorium kesehatan di pergelangan tangan. Pengguna bebas menambah atau mengurangi modul sesuai gaya hidupnya,” jelas Rizki.
Jam SmartTime juga terhubung ke aplikasi seluler SmartTime Health, yang menampilkan grafik harian dan rekomendasi gaya hidup berdasarkan data sensor.
SmartTime Bengkulu Dirancang untuk Gaya Hidup Aktif
Selain tampil elegan dengan layar AMOLED dan bodi aluminium ringan, SmartTime dirancang tahan air dengan sertifikasi IP68. Perangkat ini cocok untuk digunakan oleh pekerja aktif, pelajar, maupun atlet.
Beberapa fitur unggulan yang disorot meliputi:
- Mode olahraga otomatis yang mendeteksi jenis aktivitas (berjalan, berlari, bersepeda).
- Fitur notifikasi kesehatan, seperti peringatan detak jantung tinggi atau stres berlebih.
- Sistem pengingat hidrasi dan istirahat bagi pengguna yang bekerja lama di depan layar.
- Baterai tahan hingga tujuh hari dengan pengisian daya cepat USB-C.
“Kami ingin mendorong masyarakat Bengkulu untuk menjalani hidup aktif dan sadar kesehatan tanpa ribet. Dengan SmartTime, semua bisa dipantau dari satu perangkat ringan,” tambah Mira Yuliana, Kepala Pengembangan Produk SmartTime.
Produksi Lokal dengan Sentuhan Global
SmartTime menjadi salah satu produk wearable pertama yang diproduksi langsung di Bengkulu oleh tim insinyur dan desainer lokal. Meskipun sebagian komponen sensor diimpor dari Jepang dan Taiwan, perakitan, desain, serta sistem perangkat lunaknya dikembangkan di Indonesia.
“Kami bangga bisa membuktikan bahwa kota di luar Jawa juga bisa menjadi pusat inovasi teknologi,” ujar Mira.
Tim SmartTime terdiri dari lulusan muda teknik elektro, IT, dan desain industri yang sebelumnya tergabung dalam program inkubasi startup Bengkulu Digital Hub. Dalam proses pengembangan, mereka juga bekerja sama dengan fakultas kedokteran universitas lokal untuk memastikan akurasi sensor medis.
Selain menciptakan produk komersial, SmartTime juga menjalankan program sosial “Jam Sehat untuk Semua”, yang mendistribusikan unit jam ke komunitas olahraga dan pusat rehabilitasi kesehatan.
Manfaat Nyata bagi Pengguna
Dalam uji coba terbatas selama tiga bulan, pengguna melaporkan berbagai manfaat dari pemakaian SmartTime. Sebagian besar mengatakan mereka lebih disiplin menjaga pola tidur, olahraga, dan asupan air.
“Dulu saya sering lupa minum air dan tidak tahu kapan jantung saya berdetak terlalu cepat. Sekarang semua bisa saya lihat langsung,” kata Novi Andriana, pengguna awal SmartTime asal Bengkulu Selatan.
Hasil survei internal perusahaan juga menunjukkan:
- 82% pengguna merasa lebih sadar terhadap kondisi tubuhnya.
- 67% melaporkan peningkatan kualitas tidur setelah menggunakan fitur Sleep Tracker.
- 59% mulai rutin berolahraga karena notifikasi pengingat aktivitas.
Fitur data sharing juga memungkinkan pengguna membagikan laporan kesehatan ke dokter melalui aplikasi, membuat perangkat ini relevan bagi masyarakat urban yang sibuk.
Strategi Pemasaran dan Ekspansi
SmartTime Bengkulu menargetkan 10.000 unit penjualan pada tahun pertama peluncuran. Mereka mengandalkan strategi distribusi digital melalui e-commerce nasional dan kolaborasi dengan toko elektronik lokal.
Startup ini juga aktif melakukan promosi lewat:
- Kolaborasi dengan komunitas olahraga lokal.
- Program SmartTime Challenge untuk mendorong kebiasaan hidup sehat.
- Edukasi digital tentang pentingnya pemantauan kesehatan berbasis data.
“Kami tidak ingin bersaing secara harga saja, tetapi melalui nilai: membantu masyarakat mengenal tubuh mereka,” ungkap Rizki.
SmartTime juga berencana mengembangkan versi SmartTime Kids dengan sensor aktivitas dan GPS pelacak anak, serta SmartTime Pro yang memiliki analisis data olahraga lebih dalam bagi atlet profesional.
Membangun Ekosistem Teknologi Bengkulu
Kehadiran SmartTime bukan hanya langkah bisnis, tapi juga tonggak kemajuan industri teknologi di Bengkulu. Pemerintah daerah turut menyambut baik inovasi ini karena dianggap memperkuat ekosistem startup lokal dan membuka lapangan kerja baru di bidang riset serta manufaktur elektronik ringan.
“Inovasi seperti ini menunjukkan bahwa daerah bisa berkontribusi nyata untuk industri nasional,” kata Ardi Wibowo, perwakilan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Bengkulu.
SmartTime kini juga tengah menjajaki kerja sama dengan klinik dan rumah sakit untuk mengintegrasikan data kesehatan pengguna secara anonim dalam riset kebugaran masyarakat.
Dengan semangat “Teknologi untuk Kehidupan Sehat”, SmartTime Bengkulu membuktikan bahwa inovasi tak harus datang dari pusat industri besar. Melalui kreativitas dan keberanian lokal, produk ini membuka jalan menuju masa depan di mana teknologi dan kesehatan berjalan beriringan.
“Kami ingin setiap orang sadar bahwa kesehatan adalah investasi terbaik. SmartTime hanya alat bantu — yang utama adalah kebiasaan hidup seimbang,” tutup Rizki.
Baca Juga: “Garuda Spark Innovation Hub Medan fokus kembangkan teknologi pertanian“











