<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>inovasi material Archives - portaltekno.id</title>
	<atom:link href="https://portaltekno.id/tag/inovasi-material/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://portaltekno.id/tag/inovasi-material/</link>
	<description>Semua Informasi Mengenai Teknologi dan Juga Software Yang Terakurat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 Nov 2025 10:32:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>
	<item>
		<title>Riset Industri di Orbit Rendah Hadirkan Pabrik Mini Modular</title>
		<link>https://portaltekno.id/riset-industri-hadirkan-pabrik-mini-modular/</link>
					<comments>https://portaltekno.id/riset-industri-hadirkan-pabrik-mini-modular/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 10:32:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inovasi Masa Depan]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi material]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur luar angkasa]]></category>
		<category><![CDATA[mikrogravitasi]]></category>
		<category><![CDATA[orbit rendah]]></category>
		<category><![CDATA[otomatisasi]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik mini modular]]></category>
		<category><![CDATA[produksi skala kecil]]></category>
		<category><![CDATA[riset industri]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi aerospace]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://portaltekno.id/?p=337</guid>

					<description><![CDATA[<p>portaltekno.id  — Teknologi industri kian bergerak ke ranah luar angkasa. Baru-baru ini, sejumlah peneliti meluncurkan Riset...</p>
<p>The post <a href="https://portaltekno.id/riset-industri-hadirkan-pabrik-mini-modular/">Riset Industri di Orbit Rendah Hadirkan Pabrik Mini Modular</a> appeared first on <a href="https://portaltekno.id">portaltekno.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong><em><a href="https://portaltekno.id/">portaltekno.id</a></em></strong>  — Teknologi industri kian bergerak ke ranah luar angkasa. Baru-baru ini, sejumlah peneliti meluncurkan Riset Industri proyek <strong>pabrik mini modular di orbit rendah Bumi (LEO)</strong>. Pabrik ini dirancang untuk memproduksi barang tertentu secara efisien, memanfaatkan kondisi mikrogravitasi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada rantai pasok darat yang kompleks. Konsep ini membuka peluang baru untuk inovasi industri, penelitian material, dan produksi skala kecil di luar angkasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Baca Juga: &#8220;<a href="https://portaltekno.id/startup-air-bersih-filter-nano-kota/">Startup Air Bersih Pakai Teknologi Filter Nano untuk Kota Padat</a>&#8220;</em></strong></p>



<h2 class="wp-block-heading">Latar Belakang Riset Industri: Mengapa Pabrik di Orbit?</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kebutuhan akan pabrik mini di orbit muncul dari sejumlah faktor:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Keterbatasan sumber daya di bumi:</strong> Beberapa material canggih sulit diproduksi atau distabilkan di permukaan bumi.</li>



<li><strong>Keuntungan mikrogravitasi:</strong> Beberapa proses manufaktur, seperti kristalisasi obat atau pembuatan material komposit, lebih optimal dalam kondisi gravitasi rendah.</li>



<li><strong>Efisiensi logistik:</strong> Produksi di orbit memungkinkan pengiriman barang langsung ke stasiun luar angkasa, satelit, atau kembali ke Bumi tanpa proses manufaktur panjang di darat.</li>



<li><strong>Eksperimen dan inovasi:</strong> Memberikan laboratorium nyata untuk riset industri baru dan teknologi produksi mutakhir.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Riset ini menggabungkan industri, sains, dan teknologi aerospace untuk membuka era baru manufaktur luar angkasa.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Riset Industri Terapkan Desain dan Fitur Pabrik Mini Modular</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pabrik mini ini dirancang modular agar fleksibel dan mudah diadaptasi. Beberapa fitur utama:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Unit produksi modular:</strong> Bisa digabung atau dipisah sesuai kebutuhan riset atau produksi.</li>



<li><strong>Dimensi ringkas:</strong> Dirancang agar mudah diluncurkan menggunakan roket komersial berkapasitas kecil.</li>



<li><strong>Panel surya:</strong> Menjadi sumber energi utama pabrik dengan efisiensi tinggi di orbit rendah.</li>



<li><strong>Sistem kontrol jarak jauh:</strong> Operator di bumi bisa memantau dan mengatur proses produksi secara real-time.</li>



<li><strong>Integrasi sensor:</strong> Memantau kondisi internal seperti suhu, tekanan, kelembaban, dan getaran.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Modularitas membuat pabrik ini dapat diupgrade atau diperluas seiring berkembangnya teknologi dan kebutuhan produksi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Riset Industri Ungkap Teknologi Unggulan dan Performa</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa inovasi teknologi memungkinkan pabrik mini bekerja optimal di orbit:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Mikrogravitasi untuk presisi tinggi:</strong> Material yang sulit dibentuk di bumi dapat diproduksi dengan kualitas superior.</li>



<li><strong>Sistem otomatisasi cerdas:</strong> Robot dan AI mengelola proses produksi, mengurangi kebutuhan intervensi manusia.</li>



<li><strong>Material ringan dan tahan radiasi:</strong> Struktur pabrik menggunakan material inovatif yang aman untuk kondisi luar angkasa.</li>



<li><strong>Manajemen energi efisien:</strong> Panel surya dan baterai penyimpan canggih menjaga operasi tanpa gangguan.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan performa ini, pabrik mini modular dapat menjadi platform untuk berbagai industri, mulai dari farmasi hingga manufaktur komposit canggih.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kompatibilitas dan Penggunaan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pabrik ini dirancang untuk berbagai skenario:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Riset ilmiah:</strong> Studi material, obat-obatan, dan eksperimen mikrogravitasi.</li>



<li><strong>Produksi skala kecil:</strong> Barang khusus yang sulit dibuat di bumi, misalnya kristal obat atau serat optik premium.</li>



<li><strong>Integrasi satelit:</strong> Produksi langsung untuk satelit atau stasiun luar angkasa.</li>



<li><strong>Eksperimen pendidikan:</strong> Memberikan data dan pengalaman praktis bagi mahasiswa dan peneliti.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Fleksibilitas ini memungkinkan kolaborasi lintas institusi, baik akademik maupun industri, untuk mengembangkan inovasi baru.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Manfaat Tambahan: Lingkungan dan Efisiensi</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pabrik orbit mini modular juga memberi keuntungan tambahan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Ramah lingkungan:</strong> Mengurangi limbah industri di bumi dan meminimalkan emisi transportasi darat.</li>



<li><strong>Hemat logistik:</strong> Material bisa diproduksi di orbit dan dikirim langsung ke tujuan, mempersingkat rantai pasok.</li>



<li><strong>Peningkatan kualitas produk:</strong> Beberapa produk memerlukan kondisi tanpa gravitasi untuk kualitas optimal, misalnya kristal obat.</li>



<li><strong>Peluang riset kolaboratif:</strong> Mempermudah kolaborasi global di bidang material dan manufaktur luar angkasa.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, teknologi modular ini dapat menjadi model bagi pabrik cerdas di bumi yang mengintegrasikan otomatisasi dan manajemen energi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Respons Industri dan Komunitas</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Berbagai pihak menanggapi proyek ini dengan antusias:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Perusahaan aerospace:</strong> Melihat peluang bisnis baru untuk manufaktur luar angkasa.</li>



<li><strong>Peneliti material:</strong> Mendapatkan akses ke kondisi unik mikrogravitasi untuk eksperimen material canggih.</li>



<li><strong>Investor teknologi:</strong> Melihat potensi jangka panjang produksi skala mini untuk produk premium.</li>



<li><strong>Komunitas pendidikan:</strong> Mahasiswa dan laboratorium mendapatkan peluang belajar dan riset praktis.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Respons ini menunjukkan bahwa pabrik mini modular bukan sekadar eksperimen, tetapi juga model produksi futuristik yang siap dikembangkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Rencana Pengembangan dan Masa Depan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Para peneliti dan pengembang merencanakan beberapa inovasi:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Skalabilitas:</strong> Menambah unit modul baru sesuai kebutuhan industri.</li>



<li><strong>Integrasi AI lebih canggih:</strong> Memungkinkan pabrik menyesuaikan proses produksi secara otomatis berdasarkan data real-time.</li>



<li><strong>Kolaborasi internasional:</strong> Pabrik mini dapat menjadi platform penelitian global lintas negara.</li>



<li><strong>Pengembangan bahan baru:</strong> Mencoba material inovatif yang lebih tahan radiasi dan mikrogravitasi.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah-langkah ini memperlihatkan bahwa manufaktur di orbit rendah bukan sekadar futuristik, tapi juga siap menjadi bagian integral dari ekonomi dan riset global.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup: Era Baru Manufaktur Luar Angkasa</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Pabrik mini modular di orbit rendah membuka peluang revolusioner untuk riset industri, produksi material, dan inovasi manufaktur. Teknologi ini menggabungkan otomatisasi, modularitas, dan pemanfaatan mikrogravitasi untuk kualitas produk tinggi, efisiensi logistik, dan keberlanjutan. Dari riset ilmiah hingga produksi komersial skala kecil, konsep ini menegaskan masa depan industri yang tidak lagi terbatas di bumi, sekaligus membuka babak baru dalam kolaborasi global, pendidikan, dan inovasi teknologi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em><strong>Baca Juga: &#8220;<a href="https://www.prnewswire.com/id/rilis-berita/seres-pamerkan-berbagai-inovasi-terdepan-di-ajang-auto-guangzhou-tetapkan-arah-masa-depan-302624136.html">SERES Pamerkan Berbagai Inovasi Terdepan di Ajang Auto Guangzhou, Tetapkan Arah Masa Depan</a>&#8220;</strong></em></p>
<p>The post <a href="https://portaltekno.id/riset-industri-hadirkan-pabrik-mini-modular/">Riset Industri di Orbit Rendah Hadirkan Pabrik Mini Modular</a> appeared first on <a href="https://portaltekno.id">portaltekno.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://portaltekno.id/riset-industri-hadirkan-pabrik-mini-modular/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Malang Research Center Temukan Material Baterai Tanpa Kobalt</title>
		<link>https://portaltekno.id/malang-research-center-material-baterai-tanpa-kobalt/</link>
					<comments>https://portaltekno.id/malang-research-center-material-baterai-tanpa-kobalt/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[setnis]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 12:24:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[baterai tanpa kobalt]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi material]]></category>
		<category><![CDATA[Malang Research Center]]></category>
		<category><![CDATA[nikel mangan]]></category>
		<category><![CDATA[riset energi hijau]]></category>
		<category><![CDATA[riset nasional]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[transisi energi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://portaltekno.id/?p=112</guid>

					<description><![CDATA[<p>portaltekno.id — Inovasi energi kembali hadir dari Jawa Timur. Tim ilmuwan Malang Research Center berhasil...</p>
<p>The post <a href="https://portaltekno.id/malang-research-center-material-baterai-tanpa-kobalt/">Malang Research Center Temukan Material Baterai Tanpa Kobalt</a> appeared first on <a href="https://portaltekno.id">portaltekno.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong><em><a href="https://portaltekno.id/">portaltekno.id</a></em></strong> — Inovasi energi kembali hadir dari Jawa Timur. Tim ilmuwan <strong>Malang Research Center</strong> berhasil menemukan <strong>material baterai tanpa kobalt</strong> yang diklaim lebih ramah lingkungan, berbiaya rendah, dan memiliki daya simpan energi tinggi. Temuan ini diharapkan menjadi solusi bagi ketergantungan industri terhadap bahan impor yang langka dan mahal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penelitian yang dilakukan sejak 2023 ini berfokus pada pengembangan <strong>katoda berbasis nikel dan mangan</strong>, tanpa menggunakan kobalt sebagai elemen utama. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa material baru ini mampu mempertahankan efisiensi hingga 95% setelah 1.000 siklus pengisian daya — angka yang setara dengan baterai berteknologi kobalt modern.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi material energi tidak hanya bisa lahir dari laboratorium luar negeri. Indonesia punya sumber daya alam dan talenta yang mampu menciptakan baterai masa depan,” ujar <strong>Dr. Farhan Maulana</strong>, Kepala Riset <strong>Malang Research Center</strong>, saat konferensi pers di kampus Universitas Negeri Malang.<br><br><strong><em>Baca Juga: &#8220;<a href="https://portaltekno.id/spacetech-lampung-satelit-mini-monitoring-laut/">SpaceTech Lampung Rancang Satelit Mini Canggih Monitoring Laut</a>&#8220;</em></strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Malang Research Center Dengan Latar Belakang: Tantangan Industri Baterai Global</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Selama satu dekade terakhir, industri baterai dunia sangat bergantung pada kobalt — logam langka yang sebagian besar ditambang di Afrika Tengah. Selain mahal, penambangan kobalt kerap dikaitkan dengan isu lingkungan dan pelanggaran hak asasi manusia.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Masalah Utama Baterai Berbasis Kobalt</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Harga tinggi:</strong> fluktuatif dan mencapai USD 65.000 per ton.</li>



<li><strong>Pasokan terbatas:</strong> 70% produksi dunia berasal dari Republik Demokratik Kongo.</li>



<li><strong>Isu etika:</strong> banyak laporan eksploitasi tenaga kerja anak dalam rantai pasok.</li>



<li><strong>Dampak lingkungan:</strong> proses pemurnian menghasilkan limbah beracun.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam konteks tersebut, temuan <strong>Malang Research Center</strong> dianggap penting karena membuka peluang besar bagi Indonesia untuk berperan dalam rantai pasok global baterai ramah lingkungan.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Perbandingan Kinerja Material Baterai</h2>



<figure class="wp-block-table"><table class="has-fixed-layout"><thead><tr><th>Parameter</th><th>Baterai Kobalt</th><th>Baterai Tanpa Kobalt (Malang Research Center)</th></tr></thead><tbody><tr><td>Daya simpan energi</td><td>220 Wh/kg</td><td>210 Wh/kg</td></tr><tr><td>Umur pakai</td><td>1.200 siklus</td><td>1.000 siklus</td></tr><tr><td>Biaya produksi</td><td>100%</td><td>70% dari versi kobalt</td></tr><tr><td>Keamanan panas</td><td>Sedang</td><td>Tinggi (lebih stabil)</td></tr><tr><td>Kandungan logam berat</td><td>Tinggi</td><td>Rendah</td></tr></tbody></table></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dr. Farhan menjelaskan bahwa perbedaan kinerja sangat kecil, namun keuntungan biaya dan keberlanjutan jauh lebih besar. “Kami mengutamakan efisiensi proses dan keberlanjutan lingkungan dibanding sekadar mengejar angka kapasitas,” ujarnya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Malang Research Center Temukan Teknologi Nikel–Mangan Berbasis Ion Stabil</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Material baru ini menggunakan kombinasi <strong>nikkel, mangan, dan oksigen (NMO)</strong> yang membentuk struktur kristal lebih stabil dibanding katoda berbasis kobalt. Teknologi ini dikembangkan melalui reaksi suhu tinggi dan dikombinasikan dengan <em>nanocoating</em> silikon untuk memperpanjang usia baterai.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Keunggulan Material NMO dari Malang Research Center</strong></p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Tahan panas hingga 180°C</strong> tanpa mengalami degradasi struktur.</li>



<li><strong>Mengurangi emisi karbon</strong> sebesar 45% selama proses produksi.</li>



<li><strong>Menggunakan bahan lokal</strong> dari tambang nikel Sulawesi dan mangan Kalimantan.</li>



<li><strong>Dapat didaur ulang</strong> lebih mudah dibanding baterai berbasis kobalt.</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Farhan, proses produksi telah disesuaikan dengan fasilitas industri yang ada di Indonesia, sehingga bisa langsung diadopsi oleh pabrik baterai nasional tanpa memerlukan investasi besar untuk peralatan baru.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Kolaborasi dengan Industri dan Pemerintah</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Penelitian ini tidak hanya dilakukan di laboratorium akademik, tetapi juga melibatkan kerja sama antara <strong>Malang Research Center</strong>, <strong>Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)</strong>, serta perusahaan swasta nasional di sektor energi.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bentuk Kolaborasi Strategis</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Pengujian pra-industri:</strong> bekerja sama dengan PT Energi Nusantara untuk simulasi produksi massal.</li>



<li><strong>Pendanaan riset hijau:</strong> dukungan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).</li>



<li><strong>Pilot project kendaraan listrik:</strong> integrasi dengan baterai motor listrik buatan lokal.</li>



<li><strong>Program edukasi energi bersih:</strong> pelatihan bagi mahasiswa teknik elektro di Jawa Timur.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Kementerian ESDM menyebut proyek ini sejalan dengan <em>peta jalan transisi energi nasional</em> yang menargetkan 60% kendaraan listrik di jalan raya pada 2035.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Dampak Ekonomi dan Lingkungan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Temuan <strong>Malang Research Center</strong> berpotensi menghemat hingga <strong>30% biaya produksi baterai nasional</strong>, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan mentah. Selain itu, penggunaan material lokal memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dampak Langsung bagi Indonesia</strong></p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Peningkatan nilai tambah industri nikel lokal.</strong></li>



<li><strong>Peluang ekspor material baterai non-kobalt ke Asia Tenggara.</strong></li>



<li><strong>Penurunan emisi karbon industri hingga 25% pada 2030.</strong></li>



<li><strong>Lapangan kerja baru</strong> di sektor manufaktur dan riset energi hijau.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut analisis tim, jika diproduksi massal, teknologi ini mampu menghemat hingga <strong>Rp4 triliun per tahun</strong> dari impor bahan baku baterai berbasis kobalt.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity" />



<h2 class="wp-block-heading">Visi Menuju Kemandirian Energi Nasional</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Dr. Farhan menegaskan bahwa temuan ini hanyalah langkah awal menuju penguasaan teknologi baterai secara utuh. “Kami ingin Indonesia tidak hanya menjadi penyuplai bahan mentah, tapi juga pemain utama dalam inovasi material energi,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Malang Research Center</strong> kini sedang menyiapkan prototipe baterai tanpa kobalt untuk skala industri kecil-menengah (IKM), terutama bagi produsen sepeda listrik dan penyimpanan energi rumah tangga. Targetnya, produk ini siap uji pasar pada 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika berhasil, Indonesia dapat menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memproduksi baterai bebas kobalt secara mandiri, sejalan dengan tren global menuju energi hijau dan ekonomi berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>Baca Juga: &#8220;<a href="https://www.liputan6.com/bisnis/read/6204416/nvidia-ikut-beri-suntikan-dana-rp-142-triliun-startup-teknologi-india-kebanjiran-modal">Nvidia Ikut Beri Suntikan Dana Rp 14,2 Triliun, Startup Teknologi India Kebanjiran Modal</a>&#8220;</em></strong></p>
<p>The post <a href="https://portaltekno.id/malang-research-center-material-baterai-tanpa-kobalt/">Malang Research Center Temukan Material Baterai Tanpa Kobalt</a> appeared first on <a href="https://portaltekno.id">portaltekno.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://portaltekno.id/malang-research-center-material-baterai-tanpa-kobalt/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
